Di tengah ancaman kekeringan musim kemarau yang membayangi, semangat gotong royong membuncah di Desa Sukawana, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Anggota Koramil 1715/Kertajati bersama warga bahu-membahu membangun infrastruktur vital: pipanisasi. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (8/7/2026) ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan sebuah ikhtiar tulus untuk memastikan denyut nadi pertanian tetap berdegup kencang.
Jantung dari inisiatif ini adalah penyaluran sumber air yang lancar menuju hamparan sawah. Harapannya, pasokan air yang stabil akan menjadi tameng ampuh bagi para petani, membebaskan mereka dari bayang-bayang gagal panen akibat musim kemarau yang kerap kali merenggut harapan. Dengan pipanisasi ini, lahan pertanian diharapkan terus berproduksi, menjaga roda perekonomian desa tetap berputar.
Serda Otong Darma, Babinsa Desa Sukawana, mengungkapkan betapa dekatnya kegiatan ini dengan hati TNI. Ia melihat langsung perjuangan para petani yang tak kenal lelah, sebagai pilar utama ketahanan pangan negeri. "Melalui kegiatan pipanisasi ini kami berupaya membantu masyarakat, khususnya para petani, agar lahan persawahannya tetap mendapatkan pasokan air selama musim kemarau. Kami berharap hasil panen tetap terjaga dan kesejahteraan petani semakin meningkat, " ujar Serda Otong Darma.
Semangat serupa terpancar dari Kepala Desa Sukawana, Nanang Sutisna. Ia tak henti-hentinya mengapresiasi sinergi yang terjalin erat antara TNI dan masyarakat. Baginya, kolaborasi ini adalah bukti nyata kepedulian yang berbuah solusi konkret. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Babinsa dan seluruh pihak yang telah bergotong royong melaksanakan pipanisasi. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para petani dan menjadi solusi dalam menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau, " ungkap Nanang Sutisna.
Di sisi lain, Kapten Inf. Asjaya Purnama Wijaya, Danramil 1715/Kertajati, menegaskan komitmen TNI untuk terus menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat melalui program-program teritorial yang menyentuh langsung kebutuhan mereka. "Koramil akan terus mendukung kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Pipanisasi ini merupakan salah satu langkah nyata untuk mendukung ketahanan pangan dan membantu petani menghadapi tantangan musim kemarau, " tegas Kapten Inf. Asjaya Purnama Wijaya.
Komandan Kodim 0617/Majalengka, Letkol Inf. Rendra Dwi Jayanto, S.I.P., memandang pendampingan terhadap petani sebagai sebuah mandat suci. Ini adalah bagian tak terpisahkan dari janji TNI AD untuk memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional. "Kami menginstruksikan seluruh jajaran Babinsa agar terus hadir di tengah masyarakat dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan, termasuk membantu penyediaan sarana yang mendukung produktivitas pertanian. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama, " kata Letkol Inf. Rendra Dwi Jayanto, S.I.P.
|
Baca juga:
Babinsa Asep Gelar Tasyakuran Petani Sindang
|
Peran strategis kolaborasi ini juga disoroti oleh Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap. Ia meyakini bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci untuk menaklukkan berbagai tantangan di sektor pertanian. "Sinergi yang baik antara seluruh unsur akan memperkuat ketahanan wilayah. Kegiatan pipanisasi seperti ini menjadi contoh nyata kepedulian terhadap masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan sektor pertanian, " ujarnya.
Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., menggarisbawahi komitmen kuat jajarannya untuk terus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh. "Kodam III/Siliwangi akan terus mendorong seluruh satuan jajaran agar hadir memberikan solusi bagi masyarakat. Upaya membantu petani menghadapi musim kemarau merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada rakyat serta wujud nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, " tegas Pangdam III/Siliwangi.
Dengan adanya pipanisasi ini, harapan besar disematkan agar pasokan air ke area persawahan di Desa Sukawana senantiasa terjaga, bahkan di puncak musim kemarau. Produktivitas pertanian yang optimal niscaya akan berimbas langsung pada peningkatan kesejahteraan para petani, mewujudkan senyum syukur di wajah mereka.

Otong Darma